Selasa, 28 November 2017

Kebutuhan Eliminasi




1.      Pengertian
        Miksi adalah  proses pengosongan kandung kemih bila kandung kemih terisi. Proses ini terjadi dari dua langkah yaitu : kandung kemih secara progresif terisi sampai tegangan di dindingnya  meningkat diatas nilai ambang, yang kemudian mencetuskan langkah kedua timbul refleks saraf  yang disebut  dengan reflex miksi yang berusaha mengosongkan kandung kemih , setidaknya menimbulkan kesadaran akan keinginan  untuk berkemih. Meskipun reflex miksi adalah refleks autonomic medulla spinalis, refleks ini bisa juga dihambat atau ditimbulkan oleh pusat korteks serebri atau batang otak.
2.      Faktor yang mempengaruhi kebiasaan vberkemih
Diet dan intake
Jumlah dan tipe makanan merupakan factor utama yang mempengaruhi outpit urine, seperti protein dan sodium mempengaruhi jumlah urine yang keluar, kopi meningkatkan pembentuan urine intake cairan dari kebutuhan, akibatnya output urine lebih banyak.
Respon keinginan awal untuk berkemih
Beberapa masyarakat mempunyai kebiasaan mengabaikan respon awal untuk berkemih dan hanya pada akhirnya keinginan berkemih menjadi lebih kuat. Akibatnya urine banyak tertahan di kandung kemih. Masyarakat ini mempunyai  kapasitas kandung kemih yang lebih dari pada normal.
Gaya hidup
Banyak segi gaya hidup yang mempengaruhi seseorang dalam hal eliminasi urine. Tersedianya fasilitas  toilet atau kamar mandi dapat mempengaruhi frekuensi eliminasi. Praktek eliminasi keluarga bisa mempengaruhi tingkah laku.
Stress psikologi
Meningkatnya stress pada seseorang dapat menyebabkan meningkatnya frekuensi untuk berkemih , karena meningkatnya sensitive untuk keinginan berkemih atau meningkatnya jumlah urine yang diproduksi.
Tingkat aktivias
Aktifitas sangat dibutuhkan untuk mempertahankan tonus otot. Eliminasi urine membutuhkan tonus otot kandung lkemih yang baik untuk tonus spingter internal dan eksternal. Hilangnya tonus otot kandung kemih terjadi pada masyarakat yang menggunakan kateter untuk untuk periode waktu lama. Karena urine secara terus-menerus dialirkan keluar kandung kemih , otot yang tidak pernah merenggang dapat menjadi tidak berfungsi.
Tingkat perkembangan
Tingkat pertumbuhan dan perkembangan juga akan mempengaruhi pola berkemih. Pada wanita hamil kapasitas kandung kemihnya menurun karena adanya tekanan dari fetus atau lebih sering berkemih.
Kondisi patologis
Demam dapat menurunkan produksi urine. Obat diuretik dapat meningkatkan output urine.
3.      Masalah dalam eliminasi
Beberapa masalah dalam proses  eliminasi yaitu retensi urine, inkontinensia urine, enurisis. Penyebab utama dalam masalah ini karena adanya otstruksi , pertumbuhan jaringan abnormal , batu dan infeksi.
Retensi urine
Adanya penumpukan urine didalam kandung kemih dan ketidaksanggupan kandung kemih untuk mengosongkan diri akan menyebabkan distensi pada kandung kemih. Normalnya urine dikandung kemih 250-450 ml, urine ini akan merangsang refleks untuk berkemih. Dalam keadaan distensi, kandung kemih dapat menampung urine sebanyak 3000 – 4000 ml urine. Adapun tanda klinis retensi urine :
a.       Ketidaknyamanan daerah pubis
b.      Distensi kandung kemih
c.       Ketidak sanggupan untuk berkemih
d.      Sering berkemih dalam kandung kemih yang sedikit (25 -50 )
e.       Ketidak seimbangan jumlah urine yang dikeluarkan dengan intake
f.       Meningkatnya keresahan dan keinginan berkemih
Inkontinensia urine
Merupakan ketidaksanggupan sementara atau permanen dari otot sfingter eksterna untuk mengontrol keluarnya  urine dari kandung kemih. Jika kandung kemih dikosongkan secara total selama inkontinensi, maka akan terjadi inkontinensikomplit dan jika kandung kemih tidak secara total dikosongkan selama inkotinensia maka akan terjadi inkontinensi sebagian . Penyebab terjadinya inkontinensi urine :
a.       Proses ketuaan
b.      Pembesaran kelenjar prostat
c.       Spasme kandung kemih
d.      Menurunnya kesadaran
e.       Menggunakan otot narkotik sedative
Enuresis
Kasus  ini sering terjadi pada anak . Penyebab  dari enuresis adalah sebagai berikut:
a.       Kapasitas kandung kemih lebih besar dari normalnya.
b.      Anak yang sering tidurnya bersuara dan tanda-tanda dari indikasi dari keinginan. berkemih tidak diketahui, yang mengakibatkan terlambatnya bangun tidur untuk kekamar mandi.
c.       Kandung kemih irritable dan seterusnya tidak dapat menampung urine dalam jumlah besar.
d.      Suasana emosional yang tidak menyenangkan dirumah (misalnya persaingan dengan saudara kandung , cekcok dengan orang tua).
e.       Infeksi saluran kemih atau perubahan fisik.
f.       Makanan yang banyak mengandung garam dan mineral atau makanan pedas.
g.       Anak yang takut jalan pada gang / suasana gelap untuk ke kamar mandi.


#Semoga bermanfaat#
By       :  Nur Indah Sari
Email    : sariindahnur99@gmail.com
Blog     :  Nurindah09.blogspot.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Manfaat Rumput Laut Bagi Kesehatan Manusia

 Berdasarkan penelitian tercatat 22 jenis telah dimanfaatkan sebagai makanan. Diwilayah perairan Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Pula...