Senin, 04 Desember 2017

Tips Memilih Makanan Sehat

Tips Memilih Makanan Sehat

1.Sayur Aneka Warna

Sayur aneka warna merupakan cara yang tepat untuk anda yang sedang memilih hidup sehat ataupun sedang mencari variasi makanan. Selain dapat membuat makanan atau sayuran itu menarik untuk dimakan sayuran sendiri memiliki kandungan antioksidan yang baik untuk tubuh dan dapat mencegah penyakit kronik.

2. Junk Food?

Anda ingin memakan junk food? Boleh-boleh saja kok. Tetapi perlu anda ketahui jika anda memakan junk food sebaiknya membuat sendiri. Karena junk food yang dibuat dari tangan sendiri pasti terjamin higenis.

3. Roti Gandum

Roti gandum adalah salah satu makananan yang mengandung karbohidrat yang dibutuhkan oleh tubuh dan bisa sebagai pengganti nasi. Semakin putih warna roti gandum yang anda makan maka semakin tinggi manfaat untuk kesehatannya.
4 Gunakan Makanan yang Masih Segar
Jika anda pergi ke pasar atau ke supermarket untuk memebeli bahan-bahan makanan maka pastikanlah makanan yang anda beli masih dalam kondisi segar dan enak dimakan karena jika tidak maka itu akan berpengaruh untuk badan dan kesehatan anda. Jika anda memilih bahan makanan yang tidak segar maka bisa jadi bakteri pada bahan makanan yang anda beli itu akan masuk pada tubuh anda jika anda memakannya.

5. Makan Ikan Sarden, Ikan Salmon ataupun Ikan Tuna

Tiga jenis makanan tersebut mengandung nutrisi yang tinggi. Karena kandungan omega- 3 ataupun protein yang ada di dalam 3 ikan tersebut membuat tubuh anda menjadi sehat dan tiga jenis ikan tersebut adalah termasuk makanan yang sehat untuk tubuh.

6.Gantilah Cemilan Kamu denganSayur ataupun Buah

Jika anda sering sekali membeli cemilan, maka saya sarankan jika anda ingin hidup sehat gantilah camilan yang anda beli dengan buah dan sayur karena makanan ini selain bergizi tentu saja menyehatkan untuk tubuh.

Pentingnya Lari Pagi

Tubuh sehat adalah idaman bagi semua orang , dan untuk mendapatkan tubuh tersebut kita harus tutin berolahraga seperti misalnya lsri dipagi hari,ternyata lati pagi itu dapat membuat tubuh kita fit dan juga membentuk tubug kita menjadi lebih indah . Semakin jauh kita berlari semakin besar pula manfaat yang didapat ...
Terimakasih ...

Selasa, 28 November 2017

Kebutuhan Eliminasi




1.      Pengertian
        Miksi adalah  proses pengosongan kandung kemih bila kandung kemih terisi. Proses ini terjadi dari dua langkah yaitu : kandung kemih secara progresif terisi sampai tegangan di dindingnya  meningkat diatas nilai ambang, yang kemudian mencetuskan langkah kedua timbul refleks saraf  yang disebut  dengan reflex miksi yang berusaha mengosongkan kandung kemih , setidaknya menimbulkan kesadaran akan keinginan  untuk berkemih. Meskipun reflex miksi adalah refleks autonomic medulla spinalis, refleks ini bisa juga dihambat atau ditimbulkan oleh pusat korteks serebri atau batang otak.
2.      Faktor yang mempengaruhi kebiasaan vberkemih
Diet dan intake
Jumlah dan tipe makanan merupakan factor utama yang mempengaruhi outpit urine, seperti protein dan sodium mempengaruhi jumlah urine yang keluar, kopi meningkatkan pembentuan urine intake cairan dari kebutuhan, akibatnya output urine lebih banyak.
Respon keinginan awal untuk berkemih
Beberapa masyarakat mempunyai kebiasaan mengabaikan respon awal untuk berkemih dan hanya pada akhirnya keinginan berkemih menjadi lebih kuat. Akibatnya urine banyak tertahan di kandung kemih. Masyarakat ini mempunyai  kapasitas kandung kemih yang lebih dari pada normal.
Gaya hidup
Banyak segi gaya hidup yang mempengaruhi seseorang dalam hal eliminasi urine. Tersedianya fasilitas  toilet atau kamar mandi dapat mempengaruhi frekuensi eliminasi. Praktek eliminasi keluarga bisa mempengaruhi tingkah laku.
Stress psikologi
Meningkatnya stress pada seseorang dapat menyebabkan meningkatnya frekuensi untuk berkemih , karena meningkatnya sensitive untuk keinginan berkemih atau meningkatnya jumlah urine yang diproduksi.
Tingkat aktivias
Aktifitas sangat dibutuhkan untuk mempertahankan tonus otot. Eliminasi urine membutuhkan tonus otot kandung lkemih yang baik untuk tonus spingter internal dan eksternal. Hilangnya tonus otot kandung kemih terjadi pada masyarakat yang menggunakan kateter untuk untuk periode waktu lama. Karena urine secara terus-menerus dialirkan keluar kandung kemih , otot yang tidak pernah merenggang dapat menjadi tidak berfungsi.
Tingkat perkembangan
Tingkat pertumbuhan dan perkembangan juga akan mempengaruhi pola berkemih. Pada wanita hamil kapasitas kandung kemihnya menurun karena adanya tekanan dari fetus atau lebih sering berkemih.
Kondisi patologis
Demam dapat menurunkan produksi urine. Obat diuretik dapat meningkatkan output urine.
3.      Masalah dalam eliminasi
Beberapa masalah dalam proses  eliminasi yaitu retensi urine, inkontinensia urine, enurisis. Penyebab utama dalam masalah ini karena adanya otstruksi , pertumbuhan jaringan abnormal , batu dan infeksi.
Retensi urine
Adanya penumpukan urine didalam kandung kemih dan ketidaksanggupan kandung kemih untuk mengosongkan diri akan menyebabkan distensi pada kandung kemih. Normalnya urine dikandung kemih 250-450 ml, urine ini akan merangsang refleks untuk berkemih. Dalam keadaan distensi, kandung kemih dapat menampung urine sebanyak 3000 – 4000 ml urine. Adapun tanda klinis retensi urine :
a.       Ketidaknyamanan daerah pubis
b.      Distensi kandung kemih
c.       Ketidak sanggupan untuk berkemih
d.      Sering berkemih dalam kandung kemih yang sedikit (25 -50 )
e.       Ketidak seimbangan jumlah urine yang dikeluarkan dengan intake
f.       Meningkatnya keresahan dan keinginan berkemih
Inkontinensia urine
Merupakan ketidaksanggupan sementara atau permanen dari otot sfingter eksterna untuk mengontrol keluarnya  urine dari kandung kemih. Jika kandung kemih dikosongkan secara total selama inkontinensi, maka akan terjadi inkontinensikomplit dan jika kandung kemih tidak secara total dikosongkan selama inkotinensia maka akan terjadi inkontinensi sebagian . Penyebab terjadinya inkontinensi urine :
a.       Proses ketuaan
b.      Pembesaran kelenjar prostat
c.       Spasme kandung kemih
d.      Menurunnya kesadaran
e.       Menggunakan otot narkotik sedative
Enuresis
Kasus  ini sering terjadi pada anak . Penyebab  dari enuresis adalah sebagai berikut:
a.       Kapasitas kandung kemih lebih besar dari normalnya.
b.      Anak yang sering tidurnya bersuara dan tanda-tanda dari indikasi dari keinginan. berkemih tidak diketahui, yang mengakibatkan terlambatnya bangun tidur untuk kekamar mandi.
c.       Kandung kemih irritable dan seterusnya tidak dapat menampung urine dalam jumlah besar.
d.      Suasana emosional yang tidak menyenangkan dirumah (misalnya persaingan dengan saudara kandung , cekcok dengan orang tua).
e.       Infeksi saluran kemih atau perubahan fisik.
f.       Makanan yang banyak mengandung garam dan mineral atau makanan pedas.
g.       Anak yang takut jalan pada gang / suasana gelap untuk ke kamar mandi.


#Semoga bermanfaat#
By       :  Nur Indah Sari
Email    : sariindahnur99@gmail.com
Blog     :  Nurindah09.blogspot.com

Kamis, 23 November 2017

Otitis Eksternal

Otitis Eksternal



Apa otitis eksternal itu ???

Otitis eksternal atau sering disebut dengan radang telinga ialah peradangan pada bagian luar telinga yang ditandai dengan nyeri dan bengkak.

Selain itu pada penderita otitis ekternal juga menyebabkan telinga menjadi gatal dan kadang timbu benjolan yang menyerupai seperti jerawat.


Dan jangan pernah ingin mencoba untuk memecahkan benjolan itu, 
kenapa???....... Karena pemecahan benjolan itu,dapat menyebabkan infeksi yang lebih parah lagi.Apakah mau???pasti tidak kan??

Agar kita tidak terserang,maka kita harus mengetahui penyebab terjadinya otitis eksternal.
Ayo kita simak apa sih penyebab utama dan penyebab lainnya....

Otitis eksternal pada umummnya disebabkan oleh bakteri.Bakteri seperti pseudomona hidup di air kotor dan meyebabkan otitis eksternal.Dan biiasanya bakteri menginfeksi bagian yang lembut dari telinga luar yang sudah teriritasi air.
Oleh karenanya,otitis eksternal sering dijuluki dengan “telinga perenang”.Pada beberapa kasus langka,infeksi yang terjadi dapat disebabkan oleh jamur.

Selain karena air,telinga luar juga dapat teriritasi,misalnya karena rempah-rempah dari luar,sering membersihkan telinga dan efek samping obat.

Penyebab lain dari otitis eksternal termasuk : Luka atau lecet pada saluran telinga dalam dann juga karena suatu benda asing masuk dan terjebak dalam telinga.
Selain itu, otitis eksternal kronis juga dapat disebabkan oleh: Alergi terhadap sesuatu dalam telinga dan penyakit kulit kronis seperti eksim atau psoriasis.

Selain penyebab,kita juga harus mengetahui apa saja tanda-tanda,gejala, dan faktor yang dapat meningkatkan otitis eksternal.

Ciri-ciri dan gejala otitis eksternal yaitu yang pertama yaitu sakit telinga yang memburuk setelah memasukkan korek kuing atau menekan telinga,gatal dalam telinga,sedikit demam (kadang-kadang),keluar nanah dari dalam telinga,kehilangan pendengaran sementara,kadang-kadang juga terdapat benjolan kecil atau bisul di dekat saluran telinga.
Benjolan tersebut menyebabkan sakit yang luar biasa.Dan apabila kempes,darah atau nanah akan mengucur dari sana.

Beberapa faktor beresiko di bawah ini dapat memengaruhi kemungkinan anda terkena otitis eksternal yakni: Berenang secara teratur,berenang pada air yang banyak bakterinya,saluran telinga anak-anak yang sempit,misalnya dapat dengan mudah menyimpan air dalam telinga sehingga meningkatkan resiko terkena  otitis eksternal,membersihkan telinga anda terlalu sering dengan korek kuping atau objek lain,menggunakan gadget tertentu terlalu sering seperti heandset atau alat bantu pendengaran,alergi kulit yang terstimulasi oleh aksesoris tertentu,hairspray,atau bilasan sabun
Oleh karenanya kita harus selalu mengetahui kondisi telinga kita.

Tapi jangan khawatir,karena otitis eksternal itu dapat di obati.Pengobatan penderita otitis eksternal jua disesuaikan pada parah atau tidaknya penyakit itu.

Dan pengobatan dapat dilakukan di rumah sakit,atau di rumah
Jadi,rawat dan lindungilah telinga kita,agar telinga kita tidak terserang penyakit.


By       :           Anggie Widya Pratama
Email  :           anggiewidya03@gmail.com
Blog    :           http://anggiewp.blogspot.com
Web    :           http://akperkabpurworejo.ac.id



Kelenjar Tiroid



Kelenjar tiroid adalah organ berbentuk kupu-kupu yang terletak tepat di bawah jakun. Kelenjar ini memiliki fungsi penting, yaitu untuk memproduksi hormon tiroid yang berperan dalam berbagai proses-proses kimiawi yang terjadi dalam tubuh.
Pada kondisi normal, kinerja kelenjar tiroid cenderung tidak kita sadari sama seperti organ-organ dalam yang lain. Tetapi jika terjadi pembengkakan, kelenjar tiroid akan membentuk benjolan pada leher. Inilah yang disebut gondok.

Jenis-jenis Penyakit Gondok
Terdapat dua jenis gondok, yaitu gondok difus dan noduroil. Pengelompokan ini berdasarkan tekstur benjolannya.
Benjolan pada gondok difus terasa mulus saat disentuh. Sementara pada gondok nodul, benjolan terasa tidak rata dan bergumpal. Permukaan yang tidak rata tersebut disebabkan oleh adanya satu atau lebih bintil-bintil kecil yang padat atau berisi cairan dalam benjolan. 

Gejala-gejala Penyakit Gondok
Tidak semua penderita gondok mengalami gejala. Jika memang ada indikasi yang muncul, terbentuknya benjolan abnormal pada leher adalah gejala utama dari kondisi ini.
Ukuran benjolan gondok berbeda-beda pada tiap penderita. Benjolan yang berukuran kecil biasanya tidak menyebabkan gejala apa pun. Meski demikian, benjolan tersebut dapat memengaruhi pernapasan serta menyebabkan penderita sulit menelan jika bertambah besar.
Gejala-gejala lain yang umumnya menyertai pembengkakan meliputi tenggorokan yang terasa sesak, perubahan suara (misalnya menjadi serak), batuk-batuk, serta kesulitan bernapas dan menelan.
Jika merasakan gejala-gejala di atas, Anda sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter. Terutama bagi penderita dengan benjolan yang terus membesar dan mengalami kesulitan bernapas atau menelan.

Penyebab Penyakit Gondok

Gondok terkadang sulit ditemukan penyebabnya karena sangat beragam. Tetapi ada beberapa faktor yang umumnya bisa memicu penyakit ini. Di antaranya adalah:
  • Hipertiroidismedan hipotirodisme. Penyakit gondok dapat terjadi karena kinerja kelenjar tiroid yang berlebihan (hipertiroidisme) atau menurun (hipotiroidisme). Keduanya akan memicu pembengkakan kelenjar tiroid. Hipertiroidisme umumnya disebabkan oleh penyakit Graves. Sementara hipotiroidisme dapat dipicu oleh kekurangan iodin atau penyakit Hashimoto. Penyakit Hashimoto dan penyakit Graves merupakan kondisi autoimun.
  • Defisiensi iodin. Iodin dibutuhkan kelenjar tiroid untuk memproduksi hormon tiroid. Zat ini dapat ditemukan dalam ikan, tiram, rumput laut, sereal, biji-bijian, serta susu sapi. Karena kekurangan iodin, kinerja kelenjar tiroid akan menurun dan mengalami pembengkakan.
  • Merokok. Asap tembakau yang mengandung senyawa tiosianat dapat memengaruhi kemampuan tubuh dalam memanfaatkan iodin.
Di samping penyebab umum di atas, gondok juga dapat terjadi akibat hal-hal berikut:
  • Keberadaan nodul dalam kelenjar tiroid.
  • Pengaruh kanker tiroid.
  • Inflamasi kelenjar tiroid akibat infeksi virus, bakteri, atau obat-obatan tertentu.
  • Kadar iodin yang berlebihan dalam tubuh.
  • Perubahan hormon karena pubertas, kehamilan, dan menopause.
  • Pajanan radiasi, misalnya saat menjalani radioterapi.
  • Pengaruh obat litium yang umumnya digunakan untuk menangani depresi dan gangguan pipolar.
Faktor-faktor Risiko Penyakit Gondok
Gondok dapat menyerang siapa saja, tapi ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang untuk terkena penyakit ini. Faktor-faktor pemicu tersebut meliputi:
  • Usia. Risiko gondok meningkat seiring bertambahnya usia.
  • Jenis kelamin. Wanita memiliki risiko lebih tinggi dibandingkan pria.
  • Faktor keturunan. Memiliki anggota keluarga yang mengidap kanker tiroid atau penyakit autoimun akan meningkatkan risiko penyakit gondok.
  • Obat-obatan seperti amiodarone dan imunosupresan.
  • Kehamilan dan menopause. Risiko gangguan tiroid meningkat pada saat wanita sedang hamil atau menopause, tapi penyebabnya belum diketahui dengan pasti.
Proses Diagnosis Penyakit Gondok
Kelenjar tiroid yang membengkak umumnya dapat diketahui oleh dokter melalui pemeriksaan fisik yang sederhana. Pemeriksaan ini memungkinkan dokter untuk mendeteksi ukuran serta tekstur benjolan. Jenis penyakit gondok difus atau nodul juga dapat diketahui lewat pemeriksaan ini.
Penderita juga akan diminta menjalani evaluasi fungsi tiroid untuk memastikan penyebab di balik pembengkakan kelenjar. Pemeriksaan ini dilakukan melalui tes darah untuk mengukur kadar hormon T3, T4, dan TSH (thyroid-stimulating hormone atau hormon perangsang tiroid). Hormon TSH diproduksi oleh kelenjar pituitari yang terletak di otak.
Kadar hormon tiroid yang tinggi mengindikasikan hipertiroidisme. Sementara tingkat hormon tiroid yang rendah dan TSH yang tinggi akan menandakan bahwa penderita mengalami hipotiroidisme.
Ada beberapa tes lain yang dilakukan untuk memberikan informasi yang lebih mendetail mengenai kondisi pasien, yaitu pemindaian tiroid, USG, serta biopsi.
Proses pemindaian tiroid melibatkan isotop radioaktif untuk memeriksa ukuran dan jenis benjolan tiroid. Karena itu, tes ini sebaiknya dihindari oleh ibu hamil.
Pemeriksaan USG digunakan untuk mengonfirmasi ukuran dan jenis benjolan serta keberadaan nodul yang mungkin tidak ditemukan lewat pemeriksaan fisik. Sedangkan biopsi yang dilakukan melalui aspirasi jarum halus dianjurkan guna mengetahui jenis sel yang ada dalam benjolan. 

Langkah Pengobatan Penyakit Gondok
Gondok dapat ditangani dengan beberapa cara. Penentuan langkah ini tergantung pada beberapa faktor, yaitu ukuran benjolan, gejala yang dirasakan, serta penyebab dasar terjadinya gondok.
Benjolan yang kecil dan tidak menyebabkan gejala umumnya tidak langsung ditangani. Dokter akan memantau perkembangan kondisi Anda sebelum melakukan tindak lanjut karena gondok Anda mungkin bisa sembuh tanpa membutuhkan penanganan.
Jika benjolan terus membesar hingga mengganggu kondisi kesehatan pasien, ada beberapa langkah pengobatan yang dapat diambil. Metode-metode penanganan yang akan dianjurkan oleh dokter meliputi: 

Terapi penggantian hormon
Langkah ini dilakukan untuk menangani hipotirodisme dengan menggantikan hormon tiroid dan umumnya harus dijalani seumur hidup. Contoh obatnya adalah levothyroxine. Tetapi obat ini juga dapat memicu efek samping seperti mual, kram otot, serta detak jantung yang cepat atau tidak teratur.

Obat penurun hormon tiroid
Thionamide akan menurunkan kadar hormon tiroid dengan menghambat proses produksinya. Obat ini digunakan untuk mengatasi hipertiroidisme. Efek sampingnya meliputi mual, nyeri pada sendi, ruam ringan, serta penurunan jumlah sel darah putih secara mendadak.

Terapi iodin radioaktif
Terapi ini juga termasuk penanganan untuk hipertiroidisme. Iodin radioaktif yang dikonsumsi akan menghancurkan sel-sel tiroid. Metode pengobatan ini terbukti dapat mengecilkan ukuran benjolan, tapi juga bisa memicu hipotiroidisme.

Langkah operasi
Benjolan yang terus membesar hingga mengganggu pernapasan dan menyebabkan penderita sulit menelan umumnya ditangani dengan operasi. Langkah ini akan dilakukan dengan prosedur pengangkatan sebagian atau seluruh kelenjar tiroid atau tiroidektomi. Penelitian menunjukkan bahwa sekitar 15 persen penderita gondok yang pada akhirnya membutuhkan langkah penanganan ini.
Prosedur ini juga disarankan bagi penderita yang diduga memiliki benjolan tiroid yang mengandung sel-sel kanker. Diperkirakan sekitar lima persen penyakit gondok berpotensi sebagai indikasi kanker tiroid.
Tiap operasi pasti memiliki risiko, termasuk tiroidektomi. Walau kemungkinannya tergolong kecil, pasien yang menjalani prosedur ini berpotensi mengalami komplikasi kerusakan pada saraf dan kelenjar paratiroid.
Contoh kerusakan saraf yang mungkin terjadi adalah perubahan suara dan gangguan pernapasan. Komplikasi ini bisa bersifat sementara atau permanen. Sedangkan kerusakan pada kelenjar paratiroid akan memengaruhi pengaturan kadar kalsium dalam darah dan tulang.

Manfaat Rumput Laut Bagi Kesehatan Manusia

 Berdasarkan penelitian tercatat 22 jenis telah dimanfaatkan sebagai makanan. Diwilayah perairan Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Pula...